1 Desember 2011

Wisuda STAN : Part 2

Met pagi semuanyaaa..!
Saya mau ngelanjutin cerita wisuda STAN 2011 yang sempet terpenggal kemarin..Mari agan-aganwati menyimaknya :D

Minggu-minggu pun terlewati sejak masa pendaftaran wisuda. Grup wisuda yang telah memanas sebelum pendaftaran wisuda, justru semakin tinggi tensinya mendekati hari H. Banyak wisudawan yang mengajukan pertanyaan, beberapa sebenarnya sudah jelas tercantum dalam brosur peraturan wisuda yang udah didapet, beberapa lainnya menanyakan hal-hal yang krusial dan bersifat abu-abu. Patut diacungi jempol. Mahasiswa STAN ternyata ga apatis-apatis banget, Nampak dari antusiasme menjelang wisuda tersebut. Diskusi di grup pesbuk, bahkan sampai obrolan ringan di warung kopi. Sayang seribu sayang, ada beberapa mahasiswa yang mulutnya seperti ga pernah disekolahin, sampai-sampai memaki di grup wisuda dengan kata-kata jauh dari terpelajar. Mereka tidak puas dengan kinerja panwis, dan akhirnya kesabaran sudah habis, keluarlah kata-kata sadis. Hmmm, tapi inget ya, kita kan mahasiswa, tentulah punya cara yang lebih sopan, beradab, dan terpelajar. Kalo kata temen saya, jadi kelihatan siapa tu bapaknya, dan gimana selama ini dididiknya. Kasian banget ya…

Back to the main topic,..Wisuda kali ini dilaksanakan pada tanggal 12 Oktober 2011 di Jakarta Convention Center (JCC). Perihal tempat ini kemarin yang memicu penjatahan 2 kursi pendamping wisuda. Bahkan ada yang sampai memperjualbelikan kursi pendamping. Hehe, udah kayak pemilu aja ni yee,..hohoho. Wisuda kali ini nggak disediakan transportasi oleh panitia pengadaan, so mahasiswa secara independen harus berusaha nyari kendaraan sendiri. Beberapa udah mengkapling kamar hotel di seputaran Jakarta,hmmm.. tentu saja kocek harus dirogoh lebih dalem. Saya sendiri memilih menginap di tempat saudara di Cijantung, dan besok paginya dianterin.

Naah..untunglah pas hari H, kita serombongan ga telat,hehe..Jalan tol pun ga tersumbat. Kalo ga salah sampai JCC sekitar pukul 07.00 deh. Udah rame disana, banyak makhluk-makhluk berbaju berpose di depan lensa kamera. Saya juga ga ketinggalan,hehe..Di depan pintu masuk JCC, antrian udah padet. Saya digiring protokoler panwis ke pintu yang beda, khusus buat wisudawan terbaik. Pas udah masuk, kita musti registrasi ulang. Alhamdulillah, lagi-lagi panwis memberikan tempat khusus jadinya ga perlu antri,hehe

Ruangan tempat wisudawan terbaik menunggu prosesi wisuda dimulai terpisah dengan ruangan wisudawan lain. Kami ditempatkan di ruangan kecil, dan pemisah ke ruang wisuda berupa tirai. Sudah ada Langit (wisudawan terbaik spes PPLN), Ika (wisudawan terbaik spes Pajak), Lazuardi (wisudawan terbaik spes Bea Cukai), dan Yedi (wisudawan terbaik D1). Berturut-turut datenglah saya sebagai wakil dari Kebendaharaan Negara, Nazaruddin (wisudawan terbaik PBB), mbak Ellen (wisudawan terbaik D4) dan yang terakhir wisudawan terbaik Akuntansi, Reza. Selama proses menunggu itu, timbul kepanikan. Ternyata orang tua kami nggak mendapat privilege seperti yang dijanjikan padahal di undangan wisuda udah kami tulis kata-kata wisudawan terbaik sebagaimana instruksi panwis. Dan ternyata emang orang tua saya berada di tribun kiri, dan posisinya di tengah atas. Yaah, sayang banget jadinya, jadi ga terlalu jelas melihat saya. Semoga ga ketuker merhatiin wisudawan lain,hehe

Alhamdulillah, Menteri Keuangan, Bapak Agus Martowardjodjo, bersedia hadir bersama jajarannya. Bapak Menkeu berkenan mewisuda para wisudawan terbaik. Perlu diingat, prosesi wisuda ini diawali dengan wisudawan terbaik maju ke depan Bapak Menkeu. Merendahkan badan agar tali toga dapat dipindahkan, kemudian bersalaman dengan Bapak Menkeu, selanjutnya bergeser ke samping untuk bersalaman dengan para Senat. Agak gugup juga dapet urutan ketiga diwisuda Menkeu. Anehnya, sebelum mewisuda saya, Bapak Menkeu yang terhormat udah menyodorkan tangan salaman, padahal saya udah membungkukkan badan untuk diwisuda. Ya udah deh, salaman dulu. Karena tadi udah salaman, setelah diwisuda saya beringsut ke samping kea rah Senat. Ealah, Pak Menkeu menyodorkan tangan lagi, mau ga mau saya balik lagi geser ke tempat semula buat salaman,hehe..Seisi ruangan ketawa deh, tentulah bukan menertawai Pak Menkeu (mana berani,haha).. Tapi, itu berkesan banget ,hahaha..

Prosesi wisuda wisudawan lain dilakukan oleh Senat secara bergantian. Sayang sekali, di tengah-tengah prosesi wisuda, ada kesalahan, entah kesalahan MC memanggil nama atau kesalahan protokoler dalam mengurutkan wisudawan maju ke depan. Karena ketidaksesuaian nama yang dipanggil dengan urutan, terjadilah penumpukan wisudawan di tangga panggung.

Secara umum acara Wisuda STAN 2011 berjalan lancar dan memuaskan banyak pihak. Banyak yang awalnya mencaci maki panwis akhirnya berubah haluan melemparkan pujian. Bukan hanya dari wisudawan, tetapi dari pendamping wisudawan juga. Hanya beberapa hal yang perlu diperhatikan lagi adalah masalah kedisiplinan peraturan. Secara jelas bahwa pendamping nggak boleh membawa task e ruang wisuda, tapi masih banyak yang melanggar. Mending dilegalkan aja sih, biar semua sama-sama enak. Beberapa wisudawan mengaku berhasil memasukkan pendamping lebih dari 2 orang. Hal yang aneh karena dahulu mahasiswa berjuang berpeluh-peluh untuk mendapatkan kuota maksimal 2 pendamping.

Bagaimanapun juga kinerja Panwis 2011 patut diacungi jempol. Mulai dari persiapan yang mepet, caci maki yang menguji mental, hingga pelaksanaan yang pastinya butuh perjuangan lebih. Segala kritik bukan bermaksud menjatuhkan atau menjelekkan Panwis, semoga tahun depan Wisuda 2012 lebih baik lagi. Amiiiin..

See yaaaa…



2 komentar:

  1. stan ngabiskan uang negara aja. ujungnya kyk gayus lulusannya

    BalasHapus