11 Desember 2011

Psikotest yang Menggila


Fuuuhh..pastilah kami, lulusan STAN angkatan 2011, dapat bernafas lega setelah kemarin, tepatnya hari Sabtu, 10 Desember 2011, kami telah melalui psikotest sebagai syarat penerimaan CPNS Kementerian Keuangan. Tahapan psikotest ini sempat menjadi bahan perbincangan yang seru. Apalagi tahun lalu kakak angkatan kami tidak mendapat kewajiban psikotest terlebih dahulu sebelum pemberkasan. Berbagai isu merebak terkait pelaksanaan psikotest ini, misalnya isu akan diwajibkan membayar biaya kuliah selama 3 tahun selama ini (30 juta perak) bagi lulusan STAN yang gagal dalam psikotest. Konsekuensi lainnya adalah tertutupnya kesempatan bekerja di Kementerian Keuangan. Well,..sebatas isu sih, tapi semoga emang ga akan terwujud..

Psikotest dimulai sekitar pukul 8 kurang. Peserta dipersilahkan untuk ke kamar kecil terlebih dahulu, sebab selama test kesempatan ke kamar mandi lagi hanya saat toilet time, sekitar setengah 10. Yups, patut diperhatikan adalah dalam mengisi nama dan NPM, harus rata kanan, yaitu bagian kanan yang dipenuhi. Apabila terdapat sisa kotak, sisa tersebut di sebelah kiri. Berbeda dengan mekanisme menjawab di LJK (Lembar Jawab Komputer) pada umumnya menghitamkan pilihan di LJK, kali ini menyilang pilihan di LJK. Tes pertama adalah tes gambar, seperti garis dan bangun. Nah, peserta akan diminta untuk meneruskan pola bangun pada soal. Selanjutnya, tes hubungan kata. Terdapat 4 pilihan kata, dan ada 2 kata yang memiliki hubungan terdekat, misalnya sinonim atau antonim. Kedua tes tersebut memuat soal yang tidak terlalu banyak. Hanya saja pengawas ujian tidak menyebutkan alokasi waktu sebelum soal dikerjakan. Bahkan saat waktu habis pengawas langsung saja meberitahukan bahwa waktu habis, tanpa menginformasikan sisa waktu.

Tes yang ketiga menyangkut dengan kepribadian kita, berjumlah 80 soal. Bukan tes yang gampang sebenarnya, lumayan dilematis, mengingat isu-isu yang merebak. Nah, setelah tes ketiga ini, peserta diberikan waktu toilet time, biar kita bongkar muatan,hehe..Barulah setelah itu, tes yang terkenal mematikan, tes Pauli. Bagi yang belum mengetahui tes Pauli, sebenarnya tes Pauli hanya sederhana yaitu penjumlahan saja. Akan tetapi dibutuhkan kecepatan, ketepatan, dan ketahanan karena angka-angka yang dijumlah sangat banyak. Angka angka akan disusun dalam kolom, turun ke bawah, dan peserta diminta menjumlahkan per 2 baris angka. Apabila hasil penjumlahan lebih dari 9, maka yang ditulis hanya satuannya aja, misal 6+5=11, yang ditulis angka 1 saja. Saat pengawas mengatakan “Garis !” maka peserta harus memberi garis pada hasil penjumlahan yang terakhir. Kertas tes Pauli besar, ukuran A3 kalo ga salah, dan penuh dengan angka-angka mirip kode gitu. Tips dari tes ini adalah usahakan kecepatan kita jangan menurun, lebih baik lagi bila meningkat. Tapi, memang ga semudah itu menerapkan trik ini, karena situasi saat tes tidak senyaman saat kita latihan.

Selesai dengan tes Pauli, kita dihadapkan dengan lembar tes yang harus diisi dengan kelebihan, kekurangan kita, pengalaman yang dianggap sukses selama 2 tahun terakhir, dan pengalaman paling mengecewakan selama 2 tahun terakhir. Dan tes terakhir adalah tes menggambar. Tes menggambar terbagi dalam 3 jenis, tes Wartegg, menggambar pohon, dan menggambar manusia.

Dalam tes wartegg, kita akan diminta untuk meneruskan “sesuatu” yang berada di dalam 8 kotak sekreatif mungkin hingga membentuk suatu gambar. Gambar-gambar di dalam 8 kotak tidak harus berhubungan satu sama lain. Setelah seluruh gambar terbentuk, kita harus menuliskan apa yang kita gambar di setiap kotak sesuai urutan kita menggambar. Selain itu, harus ada keterangan mana gambar yang paling mudah (diberi tanda M pada judul), paling susah (S), paling disukai (+), dan paling tidak disukai (-).

Kita akan diminta menggambar pohon pada lembar kedua. Aturannya ga boleh gambar jenis palem-paleman (kelapa,dll), rumput-rumputan (padi,dll), semak, pohon pisang, bambu. Yang pasti yang boleh digambar adalah pohon berkayu (dikotil), semacam mangga, jambu, dst. Seperti tes wartegg, gambar pohon harus dijelasin pohon apa yang kita gambar. Alasannya simple aja, karena ga semua bisa menggambar bagus*frontal.

Yang terakhir adalah menggambar manusia. Harus jelas, laki-laki atau perempuan yang kita gambar, jadi perlu diinget ga boleh gambar bencong*eh..Takutnya dikira menggambarkan diri si penggambar,hehe..Waktu untuk tes menggambar totalnya sekitar 30 menit. Dan saat menggambar, waktu terasa cepat berlalu,hehe

Okelah,.doakan kami semua, lulusan STAN 2011, agar semua lulus Psikotest dan berlanjut ke pemberkasan. Semoga cerita saya berguna, terutama buat adek—adek tingkat yang tahun depan kayaknya juga akan menikmati psikotest seperti kami 

See yaaa…

1 komentar: